Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori
Tamu agung itu sebentar lagi akan tiba, sudah siapkah kita untuk menyambutnya? Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir kita sebelum menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Betapa banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersama kita, melakukan shalat tarawih dan idul fitri di samping kita, namun ternyata sudah mendahului kita dan sekarang mereka telah berbaring di ‘peristirahatan umum’ ditemani hewan-hewan tanah. Kapankah datang giliran kita?
Dalam dua buah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kondisi dua golongan yang saling bertolak belakang kondisi mereka dalam berpuasa dan melewati bulan Ramadhan:
Golongan pertama digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori
Kiat Keempat: Memprioritaskan Amalan yang Wajib
Hendaknya orang yang berpuasa itu memprioritaskan amalan yang wajib. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam suatu hadits qudsi, bahwa Allah ta’ala berfirman:
وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه
“Dan tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan-amalan yang Ku-wajibkan.” (HR. Bukhari)
Di antara aktivitas yang paling wajib dilaksanakan pada bulan Ramadhan adalah: mendirikan shalat berjamaah lima waktu di masjid (bagi kaum pria), berusaha sekuat tenaga untuk tidak ketinggalan takbiratul ihram. Telah diuraikan dalam sebuah hadits:
من صلى لله أربعين يوما في جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتب له براءتان: براءة من النار وبراءة من النفاق
“Barang siapa yang shalat karena Allah selama empat puluh hari dengan berjama’ah dan selalu mendapatkan takbiratul ihram imam, akan dituliskan baginya dua ‘jaminan surat kebebasan’ bebas dari api neraka dan dari nifaq.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani) (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori
Penguasa-penguasa negeri yang telah sangat mengerti namun masih setengah hati untuk menempatkan pendidikan sebagai basis utama bagi kemajuan bangsa, akan terus menjadi batu sandungan tersendiri bagi kemajuan pada satuan-satuan institusi pendidikan, termasuk di dalamnya ‘guru’ yang mestinya ditempatkan sebagai aset terdepan dalam pembangunan bangsa. Bila tidak ada komitmen & keberpihakan yang tulus terhadap dunia pendidikan, sampai kapanpun perang pernyataan, salah-menyalahkan, ancam-mengancam akan terus berlanjut dengan makin membesarnya permasalahan tanpa ada solusi secara tuntas.
Manajemen pendidikan semestinya berlangsung dalam kondisi kehidupan pendidikan dengan budaya kebersamaan dan bukan dalam suasana komando atau arahan, budaya fungsional bukan struktural, kolegial bukan hierarkhis, porofesioanal bukan (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori
Ada sebuah anekdot. Tersebutlah konon seorang Badui (bukan yang dari negeri Arab, melainkan yang dari Jawa Barat) dalam perjalanannya berjalan kaki kemalaman di sebuah dusun. Ia menumpang bermalam pada sebuah rumah di dusun itu. Yang empunya rumah menyodorkan bantal ke kepala tamunya itu. Orang Badui itu memindahkan bantal tersebut dari kepala ke kakinya. Ibarat kata pepatah, orang mengantuk disorongkan bantal, maka dengan segera orang Badui itu terlelap. Yang empunya rumah terheran-heran melihat orang Badui yang tidur lelap itu dengan kedua kakinya yang berbantal. Pagi-pagi keesokan (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori
Bapak, Ibu dan rekan pengunjung blog yang terhormat,
Mohon ma’af kalau saya berjanji akan bikinkan blog PGRI Kecamatan Kamai sudah 1 bulan yang lalu, Agustus 2007, ternyata baru hari ini bisa terlaksana (21 September 2007).
Rekan PGRI yang saya hormati, mohon dukungan kita bersama, terutama kepada Bapak Ketua (Ahmadun, S.PdI) Bapak Sekum (Chaidir, S.Ag.) Bapak/ibu rekan di Sekretaris Bidang Komunikasi & Informasi: Bapak Welly Ediyanto, S.Pd, Bapak Ali Hanafiah, S.Pd., Bapak Maryadi, A.MPd dan Ibu Rina Sari Dewi, A.Ma.
Sesuai tujuan awal dari pembuatan Blog ini, adalah untuk memuat ‘informasi dari dan untuk kita’, maka oleh karenanya kami berharap semoga semua komponen pengurus PGRI dapat menjadi user pada blog ini, dan pada saatnya nanti menjadi BLOG yang sarat akan MUTU dan PENGUNJUNG.
Mudahan setelah ini …. dapat kita terbitkan lagi Bulletin Bulanan/Mingguan, sebagai hasil dari karya Komunitas Guru di Kecamatan Kumai Khususnya. Terutama Tulisan-tulisan yang termuat, hangat dan bermutu pada BLOG ini.
Selamat berjuang untuk menjadi “Guru Beneran” (Guru yang Profesional) Bukan “Guru Kebenaran” (Kebetulan dapat ‘Undian’) ……………… dan bukan pula “Guru yang Keluyuran” (Nyari Samperan pada jamnya Siswa Belaja-an) ……
Wassalam
Sekretaris Bidang Kom.Info
Muhammad Saleh Suaidy, S.PdI